Minggu, 28 Agustus 2016

Farid Savarudin

Jangan Sia-siakan Waktu Mudamu

Oleh Ustadz Mizan, Lc.

Assalamu'alaikum

Sungguh Rasulullah tauladannya umat ini, telah mengingatkan kepada sahabat yang mulia Ibnu Amar Radiallahuanhu. Beliau mengatakan

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ

“Jadilah aku di dunia ini seperti orang yang asing,  atau seperti orang yang melintas di suatu negeri. Diam di dunia ini hanyalah sesaat, dunia adalah ladang untuk mempersiapkan diri kita menemui sang Khalik" .

Maka terasa amat rugi orang-orang yang menyia-nyiakan masa mudanya, dan terasa amat rugi orang-orang yang menghabiskan umurnya di dalam kemaksiatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Maka dikatakanlah oleh sahabat yang mulia

"Ketika engkau berada di waktu sore hari maka jangan tunggu pagi untuk berbuat, Ketika engkau berada di waktu pagi jangan aku menunggu sore untuk berbuat, maka berlombalah menuju kebaikan tersebut. Sebab ketika masa tua sudah tiba, masa muda tidak pernah kan bisa kembali sampai telah dikatakan “Coba sekiranya masa muda bisa kembali sehari saja”

Maka kesempatan untuk kita berbuat, beramal, hanyalah dunia yang kita diberikan dan dipatok oleh Allah subhanahu wa ta'ala umur umat Nabi Muhammad hanya sebatas antara 60 sampai 70 tahun.  Dan hampir sedikit sekali yang bisa melampaui 70 per tahun tersebut. Tapi Pernahkah kita berpikir bahwa umur kita itu hanya 10 tahun,  20 tahun ? dari masa kecil sampai kita baligh katakanlah 12 tahun, 15 tahun, kita hanya punya umur 25 tahun tersisa 10 tahun.

Kemudian untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala untuk sholat, setiap shalat 10 menit, hanya berapa yang kita bisa gunakan untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
Maka disinilah bagaimana me manage waktu ini dalam kehidupan kita sehingga semuanya itu bisa bernilai beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala, sebab  Nabi telah menjelaskan

                                                       لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ 

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang Hamba di hari kiamat di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala" sehingga dia akan ditanya beberapa perkara diantaranya adalah

1 Ilmunya bagaimana mengamalkan nya
2. Masa mudanya dimana dihabiskan
3. Umur nya dimana dimanfaatkan
4. hartanya dari mana ia dapatkan
5. Ke mana dia Salurkan

Berbahagia lah orang-orang yang memanfaatkan umurnya dan waktunya dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan Allah subhanahu wa ta'ala.
Oleh karena itu telah dikatakan oleh Amirul Mukminin RA “Hari ini hanya kesempatan untuk berbuat dan tidak akan ada hisabnya, tidak akan ada perhitungannya ”
Dan besok ketika kita telah sampai ke akhirat ke padang mahsyar, berhadapan dengan sang khalik, yang ada hanya hisab,  akan dihitung amal kita, dan tidak ada kesempatan lagi untuk berbuat dan beramal.


Mari manfaatkan umur yang tersisa ,mempersiapkan diri demi Perjalanan yang sangat jauh menuju akhirat kelak.
Wassalamu'alaikum



Farid Savarudin

About Farid Savarudin -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :