Selasa, 16 Agustus 2016

Farid Savarudin

Menggapai Cita-Cita Yang Tinggi

Assalamu'alaikum


Dalam islam, seseorang dianjurkan untuk bercita-cita yang tinggi, sebab dengan adanya cita-cita kita, dengan didorong semangat, kita bisa menggapai cita-cita yang tinggi tersebut. Kita berkaca kepada sahabat nabi Muhammad. Bagaimana mereka punya cita-cita yang tinggi, sehingga mereka menjadi pilihan Allah subhanahu wa ta'ala

Dalam hadist Rasulullah, salah seorang sahabatnya robi’ah mengabdi kepada Rasulullah, mempersiapkan nabi air wudhu nya, dan nabi akhlak beliau yang mulia, setiap orang berbuat baik kepada dirinya, beliau memberikan balasan. Maka setelah rabi’ah RA mempersiapkan nabi air wudhu, maka nabi bertanya 

“Mintalah, Apa yang kau inginkan ?”

"Ya Rasulullah aku minta kepada mu agar kita berbarengan didalam surga allah", Tapi nabi mengatakan 

"Apa tidak yang lain yang kau minta ? ,  apabila engkau minta kepada allah surga , maka mintalah surga firdaus karena itu surga yang paling tinggi” .

Inilah cita-cita yang tinggi. Maka Nabi Muhammad mengatakan 

"Bantulah aku atas dirimu pada dirimu dengan memperbanyak sujud yaitu beribadah shalat kepada Allah subhanahu wa ta'ala"


Oleh karena itu Al-Quran menerangkan shalat, keutamaan shalat


                                              قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ.  َٱلَّذينَ هُمْ في‏ صَلاتِهِمْ خاشِعُونَ


Sesungguhnya menanglah orang-orang yang beriman.

Orang-orang yang khusyu` di dalam melakukan sembahyang.


Bahkan nabi memberikan sahabat ini petunjuk untuk bisa bersama Rasulullah didalam surga bersamaan dengan beliau.
Oleh karena itu para sahabat, mereka terdidik dan dibimbing oleh nabi punya cita-cita yang tinggi yaitu surganya Allah subhanahu wa ta'ala. 
Suatu ketika, ketika nabi sedang menyampaikan tausiah, lantas ada yang mengatakan

"Ya rasulullah kapan hari kiamat ?"

Sekali nabi tidak menghiraukannya . di hari yang lain mereka kembali bertanya

"Ya rasulullah kapan hari kiamat ?" , Nabi pun tidak menghiraukannya lagi. kali ketiga nya Rasul bertanya

"Mana yang bertanya tadi, apa yang kamu persiapkan sehingga kamu menanyakan hal tersebut"

 "Ya Rasulullah aku tidak mempersiapkan kiamat itu shalat yang banyak, puasa , sodaqoh".  Lantas orangnya mengatakan

"Hanya saja yang aku persiapkan adalah  cinta Allah dan Cinta Rasulnya".
dan Rasul menjawab

"Seorang itu akan dikumpulkan oleh Allah bersama orang yang ia cintai"

Maka bantulah diri kita dengan senantiasa beribadah kepadanya, baik dalam shalat kita, zakat, puasa, dengan amal-amal tersebut, barulah kita bisa mencapai cita-cita yang tinggi untuk bisa masuk kedalam surganya Allah subhanahu wa ta'ala dan itu pula do'a Rasulullah ketika beliau akan wafat,



Wassalamualaikum






Farid Savarudin

About Farid Savarudin -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :