Minggu, 04 September 2016

Farid Savarudin

Segeralah Bangkit

Oleh Ustadz Anas Burhanuddin, MA

Assalamualaikum

Allah Subhanahu wa ta’ala Menjadikan kehidupan hati kita saat kita taat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, dan banyak mengingat serta memuji Allah Subhanahu Wa Ta'ala ala. Bukankah dengan mengingat dan menyebut Allah Subhanahu Wa Ta'ala hati hati menjadi tenang, sebaliknya saat kita banyak bermaksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, meninggalkan ketaatan dan berpaling dari dzikir, kita merasakan kehidupan yang sempit .

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Thaha ayat 124

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا                                                

Artinya :
"Dan barangsiapa yang berpaling dari dzikir, mengingat dan memujiku maka dia akan mendapatkan kehidupan yang sempit".

Kita bisa merasakan itu, saat kita bermaksiat pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, lalai dari Allah Subhanahu wa ta'ala, kita bisa merasakan kehidupan yang sempit, gersang, gundah gulana.

berarti hati kita sedang sakit, dan Hati Yang Sakit butuh untuk segera diobati, sebagaimana fisik yang sakit butuh untuk segera diobati. sebagaimana fisik yang sakit juga butuh untuk segera di obati.
saat hati kita sakit kita harus mengembalikan hati kita kepada kondisinya yang sehat, maka kalau kita sedang gersang, sedang gundah Gulana, sedang galau, cobalah berkomitmen satu hari saja coba berkomitmen untuk tidak berdosa pada hari itu. kerjakan yang wajib wajib saja. Misalnya dengan shalat lima waktu secara berjamaah, ditambah kita berkomitmen untuk tidak berbuat dosa bermaksiat pada hari itu. maka di akhir hari, kita akan mendapatkan hati kita sudah berangsur-angsur sehat, hati kita sudah tenang, dan kita mendapatkan sesuatu yang lebih daripada apa yang kita harapkan.

begitulah cara Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengembalikan hamba-hambanya kepada jalan yang benar .Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam sebuah Hadis Qudsi

"Kalau hambaku mendekatkan diri kepada ku satu jengkal, maka aku akan mendekatkan diri satu Hasta, kalau dia mendekatkan diri satu Hasta, aku akan mendekatkan diri 1 depa, dan kalau dia mendekatkan diri dengan berjalan aku akan mendekatkan diri dengan berjalan cepat".

Saat kita mencoba mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, kita mendapati diri kita sudah lebih Dekat dari apa yang kita bayangkan. Itulah janji Allah Subhanahu wa ta'ala.
Seorang mukmin yang bertaqwa tidak berarti lepas dari kesalahan, namun jika dia salah, jika dia bermaksiat Dia segera bangkit, tidak terus terjerumus dalam maksiatnya, Itulah sifat orang yang bertaqwa.

Yaitu orang-orang yang jika mereka telah berbuat keji atau mendzalimi diri mereka, mereka segera ingat Allah subhanahu wa ta'ala dan memohon ampunan kepadanya atas dosa-dosa itu.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberi kita semuanya untuk selalu berada di atas ketaatan kepada-nya, dan juga kita jatuh dalam kesalahan, kita menjadi orang-orang yang segera ingat, segera bangkit, dan beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Farid Savarudin

About Farid Savarudin -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :