Kamis, 01 September 2016

Farid Savarudin

Mencapai Derajat Mulia

Oleh Ustadz Mizan Qudsiah

Assalamu'alaikum

Ilmu sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia, Allah mengingatkan bahwasanya  Allah subhanahu wa ta'ala mengangkat derajat orang-orang yang berilmu.
Allah mengangkat derajat orang-orang beriman Diantara Kalian dan juga orang-orang berilmu, Katakanlah Apakah sama orang berilmu dengan orang yang tidak berilmu ?

Masalah berburu, anjing diizinkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuk menggunakannya berburu, tetapi dengan syarat ketika Anjing itu berilmu, Bagaimana ilmunya terpelajar.
Anjing-anjing yang kalian ajarkan mereka, maka Allah subhanahu wa ta'ala terijinkan kita untuk memakan binatang buruannya dengan cara dibacakan Bismillah, makhluk Allah seperti anjing atau hewan kalau diajar dia Mulia apalagi seorang makhluk seperti kita manusia. allah subhanahu wa ta'ala menciptakan kita dalam bentuk yang paling sempurna, oleh karena telah diriwayatkan dari sahabat Ali Bin Abi Thalib RA.

“Cukuplah ilmu itu mulia ,orang yang tidak berilmu mengaku dirinya berilmu, dan dia senang jika dikatakan berilmu, ilmu menunjukkan bahwa ilmu itu mulia, ilmu itu itu sangat indah, berharga. Orang tidak berilmu dikatakan berilmu senang , dan orang tidak berilmu  kalau dikatakan orang alim diapun berbangga diri dan dan berbahagia. Dan dan cukuplah kejahilan itu sebagai celaan, orang yang jahil berlepas diri dari kejahilannya, dan dia tidak senang ketika dikatakan jahil, tidak senang dikatakan bodoh, Tetapi dia senang dikatakan orang berilmu.

Oleh karena itu, suatu bahaya dari tidak memiliki ilmu dan dari kejahilan, kita lihat dalam sebuah hadis dari Nabi . “Orang ini telah membunuh 99 jiwa ,maka sudah sekian banyak kejahatannya,  sudah sekian nyawa ditumpahkan, dengan bertobat kepada Allah”
lantas dia bertanya “Siapakah penduduk bumi yang paling alim ?”  tiba-tiba ditunjuki seorang ahli ibadah, trus dia kesana dan bertanya “ aku telah membunuh 99 nyawa, Apakah ada jalan baik untuk bertaubat ? “  Ahli ibadah yang tidak punya ilmu mengatakan  “ tidak ada jalan bagimu untuk bertobat, sudah 99 kamu bunuh, tidak ada jalan”.

Lantas apa yang terjadi, orang ini marah, karena dekati dia ingin berbuat baik lantas ditutup jalannya berbuat baik, langsung digenapkan menjadi 100. dia pun dibunuh. Akhirnya dia bertanya “Mana orang yang paling alim di dunia ini ?” Ditunjukilah seorang yang benar-benar alim.

Lantas dia datang dan bertanya “Aku telah membunuh 100 orang, Adakah Jalan Bagiku Untuk Kembali kepadanya, bertaubat kepadanya, lantas dia menjawab “ Apakah yang menghalangimu untuk bertaubat ? Pintu Taubat terbuka lebar,  Tetapi sekarang ini engkau berada di suatu negeri yang jahat, berangkat lah menuju negeri yang penduduknya orang-orang yang baik”.

belum sampai disana, Sudah di pertengahan jalan allah subhanahu wa ta'ala mencabut nyawanya. Maka Disaat itu malaikat Arrahmah dengan malaikat azab, malaikat surga dan neraka ingin memperebutkan orang tersebut. Lalu jalan keluarnya dihitung Mana lebih dekat, ke sana lah dia akan dimasukkan.
Dan ternyata lebih dekat kepada negeri yang sholeh, maka dia pun dimasukkan kedalam surga

Inilah bahayanya orang-orang yang berfatwa tanpa ilmu, orang-orang yang memberi jawaban tanpa bukti, tanpa Burhan, tanpa dalil, yang akibatnya Dia ingin memperbaiki ternyata dia justru merusak.

Maka belajarlah, belajarlah.  Itulah sebabnya kewajiban pertama sebelum kita mengucapkan sesuatu dan sebelum kita mempraktikkan sesuatu adalah kita mengilmuinya

Wassalamualaikum



Farid Savarudin

About Farid Savarudin -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :